Angin pagi membawa serta pasukannya menerjang pada arah yang sudah ditugaskan kepadanya. Menerbangkan debu-debu kehidupan. Membuat pohon-pohon bergoyang menjatuhkan daun-daunnya. Pagi terasa sejuk di Negeri Awan ini. Berkas-berkas sinar pagi menelisik masuk melalui jendela. Negeri Awan amatlah indah. Pohon-pohon menghijau menyejukan, pun ketika pohon-pohon itu meranggas, tetap indah.
Aku tengah berada di ruang tamu bersama Bapak dan Ibu, menikmati berita pagi dari salah satu stasiun tv. Bapak tampak serius menyimak, sementara Ibu sibuk menata bunga di atas meja.
"Pemerintah mengeluarkan inovasi baru yaitu beras sachet. Beras saset tersebut dijual dengan harga 2.500/ sachet, setiap sachetnya berisi sebanyak 200gr. Adanya produk baru tersebut diharapkan bisa membantu dan mengurangi beban masyarakat yang tidak bisa membeli beras kiloan." Dengan lancar dan sangat jelas pembawa berita menyampaikan beritanya.
Tiba-tiba tv menjadi gelap tak bergambar. Aku clingak-clinguk tak mengerti karena kipas angin masih menyala menandakan listrik tak mati. Ternyata Bapak yang mematikan tv. Kabel tv dicabutnya dari sumber listrik. Aku merasa heran, kalau memang tv mau dimatikan kenapa tidak pakai remot saja?

