Share it

Jumat, 01 Juni 2018

AWAN #2



Angin pagi membawa serta pasukannya menerjang pada arah yang sudah ditugaskan kepadanya. Menerbangkan debu-debu kehidupan. Membuat pohon-pohon bergoyang menjatuhkan daun-daunnya. Pagi terasa sejuk di Negeri Awan ini. Berkas-berkas sinar pagi menelisik masuk melalui jendela. Negeri Awan amatlah indah. Pohon-pohon menghijau menyejukan, pun ketika pohon-pohon itu meranggas, tetap indah.
Aku tengah berada di ruang tamu bersama Bapak dan Ibu, menikmati berita pagi dari salah satu stasiun tv. Bapak tampak serius menyimak, sementara Ibu sibuk menata bunga di atas meja.

"Pemerintah mengeluarkan inovasi baru yaitu beras sachet. Beras saset tersebut dijual dengan harga 2.500/ sachet, setiap sachetnya berisi sebanyak 200gr. Adanya produk baru tersebut diharapkan bisa membantu dan mengurangi beban masyarakat yang tidak bisa membeli beras kiloan." Dengan lancar dan sangat jelas pembawa berita menyampaikan beritanya.

Tiba-tiba tv menjadi gelap tak bergambar. Aku clingak-clinguk tak mengerti karena kipas angin masih menyala menandakan listrik tak mati. Ternyata Bapak yang mematikan tv. Kabel tv dicabutnya dari sumber listrik. Aku merasa heran, kalau memang tv mau dimatikan kenapa tidak pakai remot saja?

AKSESORIS





/Aksesoris/

Hari-hari selalu disibukan dengan aktivitas pabrik. Berangkat pagi pukul 07.00 dan pulang pukul 16.00. Lace, webbing dan elastic adalah benda-benda yang dijumpai hampir setiap hari. Mereka adalah sekelompok aksesoris sepatu. Sekelompok barang yang apabila tidak ada diwaktu yang sudah ditentukan membuatku panik kelimpungan karena para customer bahkan buyer semakin bawel menagih barang tersebut untuk segera dikirim.

Gak tau kenapa yah kalo inget kata aksesoris yang muncul dibenak yaitu pernak-pernik atau semacam perhiasan yang penuh keindahan. Aksesoris sendiri merupakan barang tambahan atau barang yang berfungsi sebagai pelengkap atau pemanis busana. Para wanita pasti tahu berbagai macam aksesoris, mulai dari aksesoris untuk hiasan kepala sampai aksesoris yang dikenakan di kaki.

Wanita mana yang tidak menyukai keindahan? mustahil jika ada wanita di belahan bumi ini yang tidak menyukai keindahan. Menyukai keindahan bukan berarti bebas semau sendiri mengaplikasikan sesuatu demi tercipta suatu keindahan.

Kamis, 26 April 2018

RINDU

Kau adalah sebuah rahasia yang indah
Kau lebih indah dari pesona senja

Indah. Iyah indah, itu yang aku lihat sejak jumpa pertama. Saat itu Kau tak menyadari ada Aku yang terpesona sejak pertemuan pertama. Mungkin terlalu berlebihan jika aku menyebutnya sebagai pertemuan pertama sebab kita tak pernah berencana akan pertemuan itu. Dalam keramaian bukan dalam ruang dan waktu yang khusus yang kita sengaja. Kita memang tak pernah merencanakan pertemuan itu, namun Tuhan dan juga semesta berencana. Bertemu denganmu yang indah yang bahkan lebih indah dari pesona senja, Bagaimana mungkin aku menyebutnya sebagai kebetulan? Sedang segala sesuatu yang terjadi pada semutpun adalah Rencanya-Nya.

Sabtu, 07 April 2018

AWAN #1

Aku terpana pada sebuah kisah. Kisah yang menurutku amat mengagumkan. Hiduplah sebuah keluarga kecil, mereka adalah pasangan suami istri. Namanya adalah Zaghanos dan istrinya bernama Halima. Merwka mempunyai tiga orang anak. Zaganos adalah seorang pendakwah yang cerdas yang namanya terkenal di seluruh penjuru Negeri. Negeri itu bernama Negeri Awan.

Tahun 2018 dimana teknologi semakin merambah keseluruh bagian Negeri Awan. Anak-anak kecil sudah terbiasa dengan dunia digital. Permainan-permainan tradisional sudah sangat jarang ditemui. Anak-anak di Negeri Senja disibukan dengan dunia digital yang sebenarnya telah meracuni pikiran meraka.  Kontrol serta pengawasan orang tua harus benar-benar sempurna untuk melindungi anak-anaknya dari bahaya kemajuan teknologi yang tak terbendung.

Di era majunya teknologi dimana anak-anak muda menghabiskan waktunya berselancar di dunia maya berkecimpung di berbagai media sosial, hampir tidak mungkin jika mereka tidak mengenal sosok Zaghanos. Zaghanos, ia juga seorang pegiat media sosial yang berjuang mendakwahkan islam melalui dunia maya. Ia menyadari hidup manusia sekarang ini bahkan lebih banyak berada di dunia maya, untuk itu ia merasa perlu berdakwah melalui media sosial. Melalui tulisan.

Aku salah satu orang yang mengagumi sosok Zaghanos. Tulisan-tulisannya selalu membuka pikiran. Tulisan-tulisan nya menunjukan bahwa ia adalah orang yang cerdas dan mempunyai tingkat keilmuan yang tinggi. Kecerdasannya membuatku berpikir bahwa Negeri Awan sangatlah beruntung mempunyai rakyat seperti Zaghanos. Sesosok laki-laki yang sangat kritis atas permasalahan-permasalahan yang menimpa negeri. Ia sangat berani menyuarakan kebenaran dan melawan kemungkaran meski harus berhadapan dengan penguasa yang amat dzolim.

Selasa, 27 Maret 2018

Kehilangan Part 3



Setelah tangisan yang tak terbendung itu usai dan mengering, aku kembali dengan kebisuanku. Mulutku kembali tak bisa berkata sedikitpun. Rasa pusing dan pening bersarang di kepala. Disusul dengan rasa nyeri yang menjalar ke ulu hati, kemudian aku merasa seluruh tubuh terasa lemas.
Dua orang teman kerja menghampiriku di Pos Security, wajahnya menggariskan rasa iba. Mereka mengantarku ke ruang HRD pada jam istirahat. Tanpa menunggu lama seseorang di ruang itu memberi ijin untuk kepulanganku. Dua orang temanku mengambilkan tas dan sweater di ruang kerja yang berjarak sekitar seratus meter dari Pos Security. Di wajah-wajah mereka terlihat guratan-guratan kesedihan.

Jumat, 23 Maret 2018

Ghouta Memanggil, Ghouta Benteng Umat Islam Akhir Zaman

Ghouta memanggil, Ghouta benteng umat islam akhir zaman. Sebuah judul yang tertulis pada undangan umum tablik akbar dan pengalangan dana yang di adakan oleh Forum Persaudaraan Umat Islam Banten (FPUIB) dan Syam Organizer di Masjid Ats Tsauroh Kota Serang, pada ahad, 11 Maret 2018.

Pukul 09.24 saya dan teman saya memasuki masjid dan segera bergabung dengan jamaah tablik akbar yang sudah duduk dengan rapi. Jamaah laki-laki dan perempuan duduk terpisah dengan sekat kain berwarna hijau. Semua jamaah terlebur mendengarkan ayat-ayat Al-qur`an yang dibacakan dengan teduh dan menyentuh kalbu.

Ustadz Abu izzudin Al Hazimi seorang pemerhati dunia islam serta Mudir Ma`had Tahfidzul Qur`an An Nahl Magelang, melanjutkan acara tablik abkar sebagai pembicara setelah pembacaan Al-qur`an selesai dan telah dipersilahkan oleh pembawa acara.

Pada menit ketiga beliau memaparkan beberapa perang besar yang pernah terjadi. Pertama yaitu perang badar yang terjadi antara dua kekuatan yaitu muslimin dan musrikin. Kemudian perang besar antara umat islam dan yahudi yaitu perang Khaibar. Perang Qadisiyah pada masa Khilafah Umar bin Khaththab ra. Perang Nahrawan, perang yang terjadi antara Sayidina Ali dan kaum khawarij. Perang Ayn Jalut, perang antara kaum muslimin dengan bangsa mongol. Perang hattin (hittin), perang antara Sultan Salahudin Al-Ayubi memukul mundur pasukan salib.

Perang-perang tersebut satu persatu dihadapi kaum muslimin. Namun hari ini, perang di suriah semua kekuatan berkumpul jadi satu untuk meluluh lantakan kaum muslimin di bumi Syam. yahudi, iran (Persia), syi`ah di irak, syi`ah yaman, syi`ah di suriah, syiah di afganistan, Sekian banyak kekuatan yang berbondong-bondong untuk menghancurkan kaum muslimin.

Pemaparan Ustadz Abu Izzudin Al Hazimi membuka pikiranku betapa beratnya perjuangan di bumi syam khususnya di suriah.

Sesunguhnya benteng kaum Muslimin di hari perang besar terjadi di Ghouta (sebuah daerah di Syam), berada di samping kota yang disebut Damaskus, ia adalah kota terbaik di Syam” (HR. Abu Dawud, no.4298 dan Ahmad, no.21725)”  Ia membacakan dengan tegas sebuah hadits mengenai kota Ghouta. Seketika merinding menjalar keseluruh tubuh.