Share it

Senin, 08 September 2014

Menganalisis Pasar Bisnis





MAKALAH MANAJEMEN PEMASARAN
MENGANALISIS PASAR BISNIS





Di susunoleh:
Anipah
Mutiara Ramadhanti
Silpianah
Sandi Permana Putra
 4j-Akuntansi






SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMINBINA BANGSA BANTEN
JL.RayaSerang – Jakarta Km.03 No.1B (Pakupatan) Tlp. 0254-220158 SerangBanten



Minggu, 09 Februari 2014

Ya Rabbi

Hati ini kini telah hampa
Jantung tak lagi berdebar kencang
Denyut nadi ini seakan terhenti

Yang kini aku rasa adalah gelisah
Gelisah
Sedih
Takut

Gelisah saat aku berpaling dari mu
Sedih ketika aku sadar aku salah
Takut tatkala engkau enggan mengampuniku

Ya rabbi
Aku ingin seperti yang dulu
Saat hatiku tergetar ketika mendengar namamu
Saat jantungku berdebar kencang ketika melihat kebesaranmu

Ketika butiran bening dari langit

Tiba-tiba turun dengan derasnya
Ketika hembusan angin menusuk kulit dan tulang
Hingga merasuk dalam darah

Ketika sepi yang aku rasa saat ini
Sepi diantara irama alam yang lembut

Hati ini begitu rapuh
Rasa takut tiba-iba saja datang menyerbuku
Menyerbu pikiranku
Merasuk dalam hati dan jiwa

Ya rabbi hilangkanlah rasa takutku ini




Selasa, 07 Januari 2014

Benar-benar Waww

 

Pukul 15.00.  Rasa gelisah ini nggak hilang-hilang, malah semakin menjadi. Gelisah jikalau nggak dapat ijin pulang sore hari ini. Yah, meskipun tadi siang sudah ngomong kalau saya nggak bisa lembur hari ini, tapi napaknya bapak supervisor itu tidak menghiraukan.
            “Saya nggak bisa lembur hari ini. Saya mau langsung ke Serang ada tugas dari Dosen.” Dengan bergaya seperti orang sibuk yang banyak urusan, saya berusaha meminta ijin untuk pulang. Dan ternyata usahaku nggak sia-sia, supervisor botak itu mengijinkan aku pulanng.
            Pukul 16.15, saya keluar dari pabrik menuju pos satpam. Dan lagi-lagi saya merasa bingung. Jam segini mau pulang pulang sama siapa? Anak-anak yang lain masih kerja di dalam. Lembur.
            Sepuluh menit berlalu. Aku hanya bias bolak-balik nggak jelas di depan pos satpam, berharap ada seseorang yang mau pulang dan bersedia memberiku tumpangan sampai ke depan Modern Cikande.
            “Sial. Kenapa pabrik yang bisa dibilang mewah ini berada di perkampungan yang jauh dari jalan raya. Nggak ada tukang ojek ataupun kendaraan umum yang bisa saya tumpangi.” Aku menggerutu dalam hati.
“Silvi, tumben nggak lembur?” Tanya pak Umar, salah satu satpam yang selalu ramah terhadapku.
“Lagi nggak pengin lembur pak” aku menjawab sekenanya.
“Pulang sama siapa, Sil?” Tanya nya lagi.
“Nggak tahu nih. Nunggu orang yang lewat saja, pak.” jawabku sambil tersenyum, sedikit memelas.
            Tiga puluh menit berlalu. Aku masih menunggu di depan pos satpam, menanyakan di mana tempat tujuan orang-orang yang mau pulang. “Yah, abang pulang di kampung belakanng Neng. Maaf yah nggak bisa nganterin.” Kalimat-kalimat semacam itulah yang dari tadi aku dengar. Aku hanya bisa diam. Kutarik nafas dalam-dalam. “Beginikah rasanya nggak punya kendaraan sendiri? Selalu menunggu dan menunggu, tak jelas pula siapa yang aku tunggu. Gelisah.
            Nampaknya Tuhan tak tega membuat aku lama menunggu. Tuhan mengirimkan seseorang untuk memberiku tumpangan. Dari depan pos satpam aku memandangi seseorang yang sedang mengendarai motornya dari tempat parkir. Dia cowok berkacamata dengan rambut sedikit ikal menghentikan motornya tepat di hadapanku. Dengan sigap dia membuka bagasi motornya untuk diperiksa oleh satpam. Aku tersenyum “Kakak, boleh ikut sampai depan Modern?”
“Boleh.” Jawabnya ramah. Tuhan, terimakasih telah memberiku pertolongan.
            Selama diperjalanan tidak ada percakapan yang khusus antara aku dan cowok berkacamata itu. Kami hanya bercakap-cakap mengenai acara teater yang akan diadakan di gedung Aula IAIN Serang, karena kebetulan cowok berkacamata yang bekerja satu pabrik dengan ku itu juga kuliah di Bina Bangsa. Dia mahasiswa manajemen semester dua. Dia juga akan menghadiri acara nonton teater bareng nanti malam.
            Akhirnya sampai juga di depan Modern Cikande. Aku turun dari motornya dan tak lupa mengucapkan terimakasih atas petolongannya. Cowok berkacamata itu tersenyum kemudian berlalu. Sementara aku bergegas menyebrang jalan  kemudian melanjutkan perjalanan pulang dengan jasa angkutan umum warna merah jurusan Serang-Balaraja. Sampai di pertigaan Cikande Ambon, aku melanjutkan naik angkot putih menuju Cikande Permai.
            Pukul 17.00, sampai juga di rumah bu lik. Aku segera mandi, sholat dan siap-siap meluncur ke Serang. Tak terasa tiga puluh menit telah berlalu. Awan di langit terlihat begitu gelap, hitam begumpalan. Angin sore terasa dingin menusuk kulit.  Pukul 17.30, Tak peduli perut terasa lapar, tak peduli kepala terasa pusing, aku bergegas keluar rumah dan dengan terburu-buru naik angkot putih. Begitu duduk, aku sgera mengabari temanku bahwa aku sedang di perjalanan dan menyampaikan maaf karena nggak bisa tepat waktu seperti yang kita sepakati sebelumnya.
            Angkot putih berhenti pas di pertigaan Cikande Ambon. Saat itu juga hujan turun dengan derasnya. Dengan berlari-lari kecil aku berpindah dari angkot putih ke angkot merah. Angkot merah melaju dengan diiringi derasnya irama hujan. Tepat di pangkalan ojek Ra`ap, aku meminta mamang angkot berhenti sebentar, temanku sudah lama menuggu di tempat itu.
            Benar-benar kunikmati sore hari ini, hujan deras, dingin dan juga pusing. Dan  yang bikin pusing lagi macet total di depan Pabrik Indah Kiat. Bener-bener dibikin galau dengan keadaan ini. Lima belas menit berlalu, aku dan temanku hanya diam di angkot yang sama sekali nggak bergerak karena macet. Akhirnya aku dan temanku memutuskan untuk turun dan berjalan kaki seperti yang dilakukan penumpang-penumpang lain. Setelah berjalan kaki mungkin sekitar lima belas atau dua puluh meter, kami melanjutkan perjalanan dengan angkot merah lagi.
            Pukul 19.30, kami sampai di terminal Pakupatan Serang dan melanjutkan perjalanan dengan angkot hijau. Teater dimulai pukul 19.30, aku pikir tidak masalah telat beberapa menit. Tetapi ternyata tidak seperti yang kami bayangkan, angkot hijau yang kami tumpangi dialihkan ke jalur lain oleh polisi yang bertugas dikarenakan adanya banjir dan macet di jalan utama. Sebagai seorang pendatang di kota Serang ini, aku belum begitu hafal tempat-tempat di sini. Aku dan temanku hanya diam mengikuti arah angkot.
            Aku tidak tahu tempat ini, yang aku tahu angkot hijau yang kami tumpangi  saat ini berhenti tepat di perempatan lampu merah, dekat Carefour. Sopir angkot menurunkan kami di tepat ini dan berlalu pergi. Kami bingung. Di mana gedung IAIN?
            Pukul 20.30, selama satu jam kami bingung mencari gedung IAIN. Dan ternyata di sini gedung IAIN, hanya beberapa meter dari perempatan lampu merah, tetapi kami menghabiskan waktu satu jam untuk sampai di gedung IAIN ini? Astagfirullahaladzim, apa ini? Apa kami terlalu bodoh? Kami rasa tidak. Kami sudah berusaha menenyakan tempat ini kepada orang yang kami temui di jalan. “Institut Agama Islam Negri”  sejenak kupandangi tulisan itu. Aku nggak habis pikir kenapa aku baru melihatnya? Padahal aku sudah melewati tempat ini.
            “Bukannya kamu sudah tahu tempat ini? Kenapa bisa nyasar?” Tanya temanku setelah kami memasuki Aula.
“Entahlah.” Jawabku tak bersemangat sambil mencari tempat duduk. Aku tidak tahu sudah berapa lama acara teater  berlangsung. Aku juga tidak tahu apa yang sedang diceritakan dalam teater tersebut. Aku bahkan tak peduli dengan teater tersebut. Aku terlalu sibuk dengan pikiranku. Kepalaku pusing karena kehujanan. Aku berusaha menikmati apa yang ada di depanku sekarang. Menyaksikan  teater meskipun tak tahu bagaimana jalan ceritanya.
            Aku melihat penghianatan dalam kisah yang diceritakan oleh pemain-pemain teater. Penghianatan seorang kapten terhadap prajuritnya. Penghianatan seorang istri terhadap suaminya(prajurit tentara). Dan teater itu berakhir dengan matinya seorang perempuan yang bernama Rika yang dibunuh oleh seorang prajurit tentara selaku suaminya sendiri.
            Teater berakhir. Aku dan teman-teman beranjak dari tempat duduk. Kami pulang bersama-sama dengan naik angkutan umum. Selama di perjalanan aku hanya diam menikmati suasana. Singkat saja, mungkin sekitar pukul 23.05 aku sampai di rumah.
Malam ini benar-benar “WAAAWWW.” Luar biasa capek. Aku berdo`a semoga tuhan menganugerahkan mimpi yang indah untukku. Mimpi yang mampu menghilangkan rasa gelisah di hati dan pikiranku. Mimpi yang mampu mengubah kesedihan menjadi kebahagiaan disaat aku terbangun. Amin.
Akhirnya ku ucapkan “Goodnight” untuk semuanya.

Rabu, 18 September 2013

Gadis Berwajah Duka


Ku nikmati keindahan kota San fransisco malam ini, begitu indah dan mengagumkan.  Kuturuti langkah kaki menginjak taman san fransisco ini, tak ku sangka aku mencarinya. Mencari sesosok gadis berwajah duka yang kemarin malam tak sengaja aku temui di taman ini. Ku arahkan mata ke segala penjuru taman ini. Di mana dia? Mungkinkah dia ada di sini? Aku benar-benar nggak tahu apa yang menyebabkan aku mencarinya. Akh…entahlah aku ingin bertemu dengannya.
Aku masih mencarinya, sesosok gadis berwajah duka. Di mana dia? Mataku terarah pada seseorang yang sedang duduk sendiri di sudut taman san fransisco ini. Langkah kaki mengajakku untuk mendekatinya.
Dia? Dia gadis yang kemarin malam tak sengaja aku temui di taman ini. Sedang apa dia di sini? Siapa yang dia tunggu?
Angin malam semakin dingin menampar kulitku. Ku beranikan diri untuk duduk di sampingnya. Dia tak menghiraukan kedatanganku. Wajahnya duka penuh kesedihan. Matanya memandang langit yang mendung, semendung raut wajahnya.
Aku masih tak mengerti mengapa dia diam saja? Dia sama sekali tidak menghiraukan kedatanganku. Apa dia tak melihatku? Akh…rasanya tidak mungkin. Barusan aku berjalan di hadapannya dan sekarang aku duduk di sampingnya, rasanya tidak mungkin dia tidak melihatku.
“Hei” kulambaikan tanganku di hadapan wajahnya yang muram. Ia menolehku, memandangku dngan aneh. Aku tak mengerti apa yang dia pikirkan tentang diriku. Dia tersenyum kepadaku. Senyuman yang terlihat penu kegetiran.
“David?” kata gadis itu dengan lembut. Suaranya menggetarkan hatiku. siapa David? Siapa yang dia maksud? “maaf saya bukan David, nama saya Adit.” Aku mencoba menjelaskan.
Gadis itu Nampak kecewa. Dia semakin histeris memanggil orang yang bernama David. Oh tuhan, apa  yang harus aku lakukan? Butiran bening dari sudut-sudut matanya menetes. Setetes, dua tetes, tiga tetes dan dia menangis dengan derasnya. Dia berdiri dari tempat duduknya. Dia bergegas mennggalkan aku.
Aku hanya terdiam. aku tak berusaha untuk mengejarnya. Aku masih belum mengerti apa yang baru saja aku alami. Mengapa gadis itu memanggil-manggil seseorang yang bernama David? Mengapa dia menangis? Siapa sebenarnya David? Siapa gadis berwajah duka itu?
“Dit, Adit bangun! Kita sudah sampai di bandara.” Tiba-tiba sebuah suara membuat aku terkejut. “Bandara?” dengan suara keras aku meresponnya. Aku sangat terkejut bukannya aku ada di taman Golden Gate bersama gadis berwjah duka itu? ditengah kebingunganku, aku melirik ke kanan dan ke kiri. Ternyata aku berada di sebuah pesawat.
“Heh, kamu kenapa kok kaget begitu? Ekspresi kamu berlebihan, lihat tuh orang-orang memperhatikan kita.” Kata arfan dengan nada berbbisik.
“Maaf, lagian aku sedang enak-enak tidur malah dibangunin.” Jawabku dengan nada berbisik pula.
“Memangnya kamu mau aku tinggal sendiri di pesawat ini? Ayo turun!” ajak arfan dengan galak. “Jangan gitu dong aku juga mau turun. Ayo!”
Huuuuh…aku bisa bernapas lega. Untung saja yang tadi itu hanya mimpi. Aku nggak bisa bayangin kalau misalnya itu kenyataan. Gadis berwajah duka, kasihan sekali gadis itu. dia selalu sedih dan murung. Untungnya gadis berwajah duka itu hannya ada dalam mimpikku.

End...!!!

















Sabtu, 17 Agustus 2013

Jaringan Komputer

             Jaringan komputer (jaringan) adalah sebuah sistem yang terdiri atas komputer-komputer yang didesain untuk dapat berbagi sumber daya (printer, CPU), berkomunikasi (surel, pesan instan), dan dapat mengakses informasi(peramban web). Tujuan dari jaringan komputer adalah agar dapat mencapai tujuannya, setiap bagian dari jaringan komputer dapat meminta dan memberikan layanan (service). Pihak yang meminta/menerima layanan disebut klien (client) dan yang memberikan/mengirim layanan disebut peladen (server). Desain ini disebut dengan sistem client-server, dan digunakan pada hampir seluruh aplikasi jaringan komputer.
Dua buah komputer yang masing-masing memiliki sebuah kartu jaringan, kemudian dihubungkan melalui kabel maupun nirkabel sebagai medium transmisi data, dan terdapat perangkat lunak sistem operasi jaringan akan membentuk sebuah jaringan komputer yang sederhana. Apabila ingin membuat jaringan komputer yang lebih luas lagi jangkauannya, maka diperlukan peralatan tambahan seperti Hub, Bridge, Switch, Router, Gateway sebagai peralatan interkoneksinya.



  • Sejarah jaringan komputer

Sejarah jaringan komputer bermula dari lahirnya konsep jaringan komputer pada tahun 1940-an di Amerika yang digagas oleh sebuah proyek pengembangan komputer MODEL I di laboratorium Bell dan group riset Universitas Harvard yang dipimpin profesor Howard Aiken. Pada mulanya proyek tersebut hanyalah ingin memanfaatkan sebuah perangkat komputer yang harus dipakai bersama. Untuk mengerjakan beberapa proses tanpa banyak membuang waktu kosong dibuatlah proses beruntun (Batch Processing), sehingga beberapa program bisa dijalankan dalam sebuah komputer dengan kaidah antrian.
Kemudian ditahun 1950-an ketika jenis komputer mulai berkembang sampai terciptanya super komputer, maka sebuah komputer harus melayani beberapa tempat yang tersedia (terminal), untuk itu ditemukan konsep distribusi proses berdasarkan waktu yang dikenal dengan nama TSS (Time Sharing System). Maka untuk pertama kalinya bentuk jaringan (network) komputer diaplikasikan. Pada sistem TSS beberapa terminal terhubung secara seri ke sebuah komputer atau perangkat lainnya yang terhubung dalam suatu jaringan (host) komputer. Dalam proses TSS mulai terlihat perpaduan teknologi komputer dan teknologi telekomunikasi yang pada awalnya berkembang sendiri-sendiri.[4] Departemen Pertahanan Amerika, U.S. Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) memutuskan untuk mengadakan riset yang bertujuan untuk menghubungkan sejumlah komputer sehingga membentuk jaringan organik pada tahun 1969. Program riset ini dikenal dengan nama ARPANET. Pada tahun 1970, sudah lebih dari 10 komputer yang berhasil dihubungkan satu sama lain sehingga mereka bisa saling berkomunikasi dan membentuk sebuah jaringan. Dan pada tahun 1970 itu juga setelah beban pekerjaan bertambah banyak dan harga perangkat komputer besar mulai terasa sangat mahal, maka mulailah digunakan konsep proses distribusi (Distributed Processing). Dalam proses ini beberapa host komputer mengerjakan sebuah pekerjaan besar secara paralel untuk melayani beberapa terminal yang tersambung secara seri disetiap host komputer. Dalam proses distribusi sudah mutlak diperlukan perpaduan yang mendalam antara teknologi komputer dan telekomunikasi, karena selain proses yang harus didistribusikan, semua host komputer wajib melayani terminal-terminalnya dalam satu perintah dari komputer pusat.

 



Pada tahun 1972, Roy Tomlinson berhasil menyempurnakan program surat elektonik (email) yang dibuatnya setahun yang lalu untuk ARPANET. Program tersebut begitu mudah untuk digunakan, sehingga langsung menjadi populer. Pada tahun yang sama yaitu tahun 1972, ikon at (@) juga diperkenalkan sebagai lambang penting yang menunjukan “at” atau “pada”. Tahun 1973, jaringan komputer ARPANET mulai dikembangkan meluas ke luar Amerika Serikat. Komputer University College di London merupakan komputer pertama yang ada di luar Amerika yang menjadi anggota jaringan Arpanet. Pada tahun yang sama yaitu tahun 1973, dua orang ahli komputer yakni Vinton Cerf dan Bob Kahn mempresentasikan sebuah gagasan yang lebih besar, yang menjadi cikal bakal pemikiran International Network (Internet). Ide ini dipresentasikan untuk pertama kalinya di Universitas Sussex. Hari bersejarah berikutnya adalah tanggal 26 Maret 1976, ketika Ratu Inggris berhasil mengirimkan surat elektronik dari Royal Signals and Radar Establishment di Malvern. Setahun kemudian, sudah lebih dari 100 komputer yang bergabung di ARPANET membentuk sebuah jaringan atau network.

Peta logika dari ARPANET
Tom Truscott, Jim Ellis dan Steve Bellovin, menciptakan newsgroups pertama yang diberi nama USENET (User Network) pada tahun 1979. Tahun 1981, France Telecom menciptakan sesuatu hal yang baru dengan meluncurkan telepon televisi pertama, di mana orang bisa saling menelepon yang juga berhubungan dengan video link.
Seiring dengan bertambahnya komputer yang membentuk jaringan, dibutuhkan sebuah protokol resmi yang dapat diakui dan diterima oleh semua jaringan. Untuk itu, pada tahun 1982 dibentuk sebuah Transmission Control Protocol (TCP) atau lebih dikenal dengan sebutan Internet Protocol (IP) yang kita kenal hingga saat ini. Sementara itu, di Eropa muncul sebuah jaringan serupa yang dikenal dengan Europe Network (EUNET) yang meliputi wilayah Belanda, Inggris, Denmark, dan Swedia. Jaringan EUNET ini menyediakan jasa surat elektronik dan newsgroup USENET.
Untuk menyeragamkan alamat di jaringan komputer yang ada, maka pada tahun 1984 diperkenalkan Sistem Penamaan Domain atau domain name system, yang kini kita kenal dengan DNS. Komputer yang tersambung dengan jaringan yang ada sudah melebihi 1000 komputer lebih. Pada 1987, jumlah komputer yang tersambung ke jaringan melonjak 10 kali lipat menjadi 10000 lebih.
Jaringan komputer terus berkembang pada tahun 1988, Jarkko Oikarinen seorang berkebangsaan Finlandia menemukan sekaligus memperkenalkan Internet Relay Chat atau lebih dikenal dengan IRC yang memungkinkan dua orang atau lebih pengguna komputer dapat berinteraksi secara langsung dengan pengiriman pesan (Chatting ).Akibatnya, setahun kemudian jumlah komputer yang saling berhubungan melonjak 10 kali lipat. tak kurang dari 100000 komputer membentuk sebuah jaringan. Pertengahan tahun 1990 merupakan tahun yang paling bersejarah, ketika Tim Berners Lee merancang sebuah programe penyunting dan penjelajah yang dapat menjelajai komputer yang satu dengan yang lainnya dengan membentuk jaringan. Programe inilah yang disebut Waring Wera Wanua atau World Wide Web.
Komputer yang saling tersambung membentuk jaringan sudah melampaui sejuta komputer pada tahun 1992. Dan pada tahun yang sama muncul istilah surfing (menjelajah). Dan pada tahun 1994, situs-situs di internet telah tumbuh menjadi 3000 alamat halaman, dan untuk pertama kalinya berbelanja melalui internet atau virtual-shopping atau e-retail muncul di situs, Pada tahun yang sama Yahoo! didirikan, yang juga sekaligus tahun kelahiran Netscape Navigator 1.0.