Share it

Tampilkan postingan dengan label silpianah1453. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label silpianah1453. Tampilkan semua postingan

Selasa, 25 September 2018

Hujan





Hembusan angin pagi ini berbeda dengan hembusan angin dihari-hari sebelumnya. Terasa lebih sejuk bercampur dingin yang sesekali menelisik kulit.

Hujan yang dirindu telah datang mengundang bermacam-macam ekspresi orang-orang dipagi ini. Ada yang dengan tersenyum bahagia menyambut sang hujan. Ada pula yang mengumpat dengan kata-kata karena aktivitasnya terganggu.

Hujan yang menyiram pepohonan sepanjang jalan. Meninggalkan rintik-rintik air pada dedaunan. Menyiram tanah yang kering. Menyisakan semerbak aroma alami tanah yang melegakan.

Tanpa siraman air, tanah yang kering itu semakin tandus dan gersang. Namun terkadang manusialah yang lebih tandus dan juga gersang melebihi tanah. Tandus, sebab tak mau mengikuti apa yang diperintahkan oleh dzat yang menurunkan hujan. Gersang, ketika hanya dunia yang ia pikirkan dalam hidup.

Hujan. Ia pun menyiram bebatuan di atas permukaan bumi. Batu-batu yang keras, namun masih ada yang lebih keras dari batu-batu itu. Dialah manusia yang mempunyai sifat lebih keras dari batu.
Keras, ketika ia melihat adanya kebenaran akan perintah-perintah Allah namun ia menutup mata. Menutup diri dari kebenaran itu.

Allah memerintahkan untuk berhijab guna menutup aurat, namun ia mengatakan "Hijabin hati dulu" padahal yang Allah suruh adalah menutup auratnya bukan hatinya. Bukankah Allah sangat memuliakan kaum wanita dengan memerintahkan menutup aurat? Lantas hal apa yang membuat enggan untuk menutup aurat?

Allah memerintahkan untuk tidak mendekati zina, namun banyak muda-mudi yang nyaman dengan status pacaran.

Allah menciptakan manusia berpasang-pasangan, namun aktivis LGBT semakin ngotot untuk melegalkan hubungan terlarang itu.

Allah memerintahkan para pemimpin meriayah urusan ummat, namun kita sama-sama melihat apa yang kini tengah terjadi di Negeri ini. Korupsi kian menggurita, mirisnya tersangka korupsi terlihat amat bangga di layar kamera dengan menunjukan senyum dan gaya terbaiknya.

Hujan, semoga Allah berkenan menjadikan hujan itu tak hanya menyejukan tetapi juga mendamaikan hati kami untuk mau menerima segala perintah dan larangan-Nya.

Cikande, 21 September 2018

#Reminder
#PenulisBelaIslam
#AkuPenulisSpesial
#AkuBerlian
#AkademiMenulisKreatif5
#Silpianah1453

Titik dan Garis

Apa yang kita pikirkan ketika kita melihat sebuah titik?
Kecil? Iyah Kecil.

Selain sebuah titik, kita tentu pernah melihat bahkan membuat sebuah garis dengan tanda panah yang terdapat di ujung garis. Lalu apa yang kita pikirkan ketika kita melihat sebuah garis dengan ujung yang terdapat tanda panah tersebut?

Jika titik menggambarkan sesuatu yang kecil maka garis dengan tanda panah tersebut bisa diartikan dengan sesuatu yang tidak terbatas.

Jika kita menarik sejauh-jauhnya garis dengan tanda panah tersebut, di manakah garis itu akan berhenti? Entahlah saya tak tahu dimana garis itu akan terhenti. Garis dengan tanda panah tersebut sudah berdiri di atas ketentuan-Nya, bahwa ia adalah sesuatu yang tak terhingga. Sesuatu yang tak ada batas.

So, bisa diibaratkan bahwa titik kecil yang terbatas itu adalah kehidupan dunia dan garis panjang dengan tanda panah tersebut adalah kehidupan akhirat.

Kehidupan akhirat yang tidak mempunyai batas. Abadi. Dialah rumah keabadian tempat berpulang dari perantauan dunia. Nyaman ataukah tidak suasana rumah itu, kitalah yang menentukan.

Berdiri di atas kebaikan ataupun keburukan, berpihak kepada taat ataupun maksiat, memilih memperbaiki diri ataupun bertahan dalam maksiat, yakin akan janji dan bisyarah Rasul atau ingkar terhadap janji tersebut, berpihak kepada hukum-hukum Allah ataupun mengingkari hukum-hukum Allah, semua itu adalah pilihan. Pilihan bagi kita dimana pilihan tersebutlah yang akan menentukan nyaman ataukan tidak rumah keabadian kita kelak.

Bersabar dalam perihnya berdiri di atas hukun-hukum Allah dalam kehidupan yang bagai titik kecil lagi terbatas. Bersabar demi ridha dan demi kehidupan akhirat yang tak terbatas bagai garis panjang dengan tanda panah.

Sejujurnya inilah pengingat bagi diri pribadi.

Cikande, 18 September 2018

#Reminder
#PenulisBelaIslam
#AkuPenulisSpesial
#AkuBerlian
#AkademiMenulisKreatif5
#Silpianah1453