Share it

Tampilkan postingan dengan label #IslamRahmatanLilAlamin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #IslamRahmatanLilAlamin. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 Januari 2019

Kami Bersama Muslim Uighur




Oleh : Silpianah

Kekerasan, kedzaliman, pemerkosaan, penyiksaan, pembantaian, terjadi di depan mata kita. Pemerintah Cina, mengirim jutaan muslim Uighur dan Kazakh ke kamp-kamp konsentrasi illegal. Mereka  dipaksa untuk mengutuk agama sendiri, memakan makanan haram, mengadopsi ateisme dan berjanji untuk setia pada Negara Cina.

Tak hanya itu, pemerintah Cina juga melarang adanya kegiatan-kegiatan peribadahan, menyebut nama Tuhan, memberi nama islami, berpuasa, dan segala jenis bentuk keagamaan lainnya.

Apa jadinya jika mereka (muslim Uighur) melawan? Penyiksaan. Iyah penyiksaan yang begitu kejam yang mereka dapat. Penyiksaan yang tak jarang merenggut nyawa mereka.

Sabtu, 19 Januari 2019

Rak Buku dan Teror



Berbagai macam buku yang berjajar di rak buku bagiku adalah pemandangan indah. Mengingat rak buku, membuatku mengingat salah seorang sahabatku. Kenapa? Pasalya sahabatku yang satu ini sedang berjuang membangun sebuah perpustakaan. Dari awal ia sudah menjelaskan bagaimana konsep dan rencana mengenai perpustakaan tersebut.

Dengan tujuan menarik anak-anak remaja untuk mencintai buku ia dengan semangat mengeluarkan uang pribadi hasil kerjanya setiap hari untuk biaya pembangunan sebuah ruangan yang nantinya bakal dijadikan sebagai tempat buku-buku. Tadi malam ia mengabarkan, proyek perpus sudah sampai pengukuran pintu. ini luar biasa. Sesuatu yang belum tentu bisa aku lakukan.

Aku dan teman-teman yang lain yang mengetahui mengenai proyek ini turut bersemangat dan  sangat mendukungnya. Kita akan sama-sama membantu untuk buku-buku yang bakal dijajar di rak buku nantinya.

Namun ada suatu hal yang menjadi terror buatku. Terror yang membuatku susah tidur belakangan ini. Apa pasal? Aku ditodong oleh sahabatku, lebih tepatnya ditagih. Ditagih untuk segera memberikan buku karya sendiri untuk dijejer di rak buku bersama buku-buku yang lain.

Perempuan Senja



Dialah perempuan senja, darinya terpancar cahaya yang menerangi juga kobaran semangat yang amat tinggi. Kehangatan menjalar tiap kali lisannya penuh riang. Ketika luapan kata darinya begitu ringan, ia seakan memeluk dan merangkul jiwaku.

Dialah perempuan senja yang melahirkan karya besar diusia 60 tahun. Bukunya "Senja di Jalan Dakwah" menjadi bukti kesungguhannya berdiri di jalan dakwah.
Umurnya boleh senja namun karya dakwah tetap indah layaknya senja sore yang memukau. Fisiknya boleh saja lemah, namun semangat tetap berjiwa muda.

Bukunya "Senja di Jalan Dakwah" telah menemani perjalanan di Aksi 212. Saya tak menyangka bahwa kabar mengenai bukunya yang saya ajak jalan-jalan di Aksi 212 menjadi hal yang mengharukan bagi beliau.😍

Selasa, 25 September 2018

Hujan





Hembusan angin pagi ini berbeda dengan hembusan angin dihari-hari sebelumnya. Terasa lebih sejuk bercampur dingin yang sesekali menelisik kulit.

Hujan yang dirindu telah datang mengundang bermacam-macam ekspresi orang-orang dipagi ini. Ada yang dengan tersenyum bahagia menyambut sang hujan. Ada pula yang mengumpat dengan kata-kata karena aktivitasnya terganggu.

Hujan yang menyiram pepohonan sepanjang jalan. Meninggalkan rintik-rintik air pada dedaunan. Menyiram tanah yang kering. Menyisakan semerbak aroma alami tanah yang melegakan.

Tanpa siraman air, tanah yang kering itu semakin tandus dan gersang. Namun terkadang manusialah yang lebih tandus dan juga gersang melebihi tanah. Tandus, sebab tak mau mengikuti apa yang diperintahkan oleh dzat yang menurunkan hujan. Gersang, ketika hanya dunia yang ia pikirkan dalam hidup.

Hujan. Ia pun menyiram bebatuan di atas permukaan bumi. Batu-batu yang keras, namun masih ada yang lebih keras dari batu-batu itu. Dialah manusia yang mempunyai sifat lebih keras dari batu.
Keras, ketika ia melihat adanya kebenaran akan perintah-perintah Allah namun ia menutup mata. Menutup diri dari kebenaran itu.

Allah memerintahkan untuk berhijab guna menutup aurat, namun ia mengatakan "Hijabin hati dulu" padahal yang Allah suruh adalah menutup auratnya bukan hatinya. Bukankah Allah sangat memuliakan kaum wanita dengan memerintahkan menutup aurat? Lantas hal apa yang membuat enggan untuk menutup aurat?

Allah memerintahkan untuk tidak mendekati zina, namun banyak muda-mudi yang nyaman dengan status pacaran.

Allah menciptakan manusia berpasang-pasangan, namun aktivis LGBT semakin ngotot untuk melegalkan hubungan terlarang itu.

Allah memerintahkan para pemimpin meriayah urusan ummat, namun kita sama-sama melihat apa yang kini tengah terjadi di Negeri ini. Korupsi kian menggurita, mirisnya tersangka korupsi terlihat amat bangga di layar kamera dengan menunjukan senyum dan gaya terbaiknya.

Hujan, semoga Allah berkenan menjadikan hujan itu tak hanya menyejukan tetapi juga mendamaikan hati kami untuk mau menerima segala perintah dan larangan-Nya.

Cikande, 21 September 2018

#Reminder
#PenulisBelaIslam
#AkuPenulisSpesial
#AkuBerlian
#AkademiMenulisKreatif5
#Silpianah1453

Titik dan Garis

Apa yang kita pikirkan ketika kita melihat sebuah titik?
Kecil? Iyah Kecil.

Selain sebuah titik, kita tentu pernah melihat bahkan membuat sebuah garis dengan tanda panah yang terdapat di ujung garis. Lalu apa yang kita pikirkan ketika kita melihat sebuah garis dengan ujung yang terdapat tanda panah tersebut?

Jika titik menggambarkan sesuatu yang kecil maka garis dengan tanda panah tersebut bisa diartikan dengan sesuatu yang tidak terbatas.

Jika kita menarik sejauh-jauhnya garis dengan tanda panah tersebut, di manakah garis itu akan berhenti? Entahlah saya tak tahu dimana garis itu akan terhenti. Garis dengan tanda panah tersebut sudah berdiri di atas ketentuan-Nya, bahwa ia adalah sesuatu yang tak terhingga. Sesuatu yang tak ada batas.

So, bisa diibaratkan bahwa titik kecil yang terbatas itu adalah kehidupan dunia dan garis panjang dengan tanda panah tersebut adalah kehidupan akhirat.

Kehidupan akhirat yang tidak mempunyai batas. Abadi. Dialah rumah keabadian tempat berpulang dari perantauan dunia. Nyaman ataukah tidak suasana rumah itu, kitalah yang menentukan.

Berdiri di atas kebaikan ataupun keburukan, berpihak kepada taat ataupun maksiat, memilih memperbaiki diri ataupun bertahan dalam maksiat, yakin akan janji dan bisyarah Rasul atau ingkar terhadap janji tersebut, berpihak kepada hukum-hukum Allah ataupun mengingkari hukum-hukum Allah, semua itu adalah pilihan. Pilihan bagi kita dimana pilihan tersebutlah yang akan menentukan nyaman ataukan tidak rumah keabadian kita kelak.

Bersabar dalam perihnya berdiri di atas hukun-hukum Allah dalam kehidupan yang bagai titik kecil lagi terbatas. Bersabar demi ridha dan demi kehidupan akhirat yang tak terbatas bagai garis panjang dengan tanda panah.

Sejujurnya inilah pengingat bagi diri pribadi.

Cikande, 18 September 2018

#Reminder
#PenulisBelaIslam
#AkuPenulisSpesial
#AkuBerlian
#AkademiMenulisKreatif5
#Silpianah1453

Cinta


Tak ada yang membahagiakan selain rindu yang membuncah. Rindu yang begitu saja merasuk dalam hati. Rindu yang seakan menggetarkan seluruh tubuh. Rindu yang terlahir ketika seluruh kisah yang terekam dan cerita yang berlaku dihadapanku memberi jawaban bahwa hanya Cinta-Nya dan Cinta Rasul-Nya yang patut diperjuangkan.

Air mata terasa bergelayut. Air mata rindu. Seakan ingin mengalir dengan derasnya namun ia tertahan. Terasa berat. Sebab hatiku kini berkecamuk. Berdentang seperti suara-suara pedang dalam pertempuran.

Cinta dan rindu begitu memabukkan

Rindu benar-benar menyesakkan

Cinta...

Pantai





Semilir anginnya menyejukkan
Biru airnya menyegarkan
Irama ombaknya syahdu

Saya setuju dengan tulisan kak Jasli La Jate bahwa pantai adalah pemandangan alam yang begitu indah, jauh dari polusi apalagi kolusi nepotisme.

Barangkail saat ini saya pantas disebut sebagai orang yang suka ikut-ikutan ide orang lain. Iyah ikut-ikutan😁Minggu kemarin saya melihat tulisan kak Jasli mendeskripsikan moment jalan-jalannya di pantai. Menulis di atas pasir. Menikmati setiap desiran ombak yang menggulung-gulung.

Kali ini hal yang sama yang saya lakukan adalah menulis di atas pasir. Apakah yang saya tulis adalah nama seseorang? Bukan. Yang saya tulis adalah nama sebuah kelas menulis tanpa biaya sepanjang masa. Waawww…keren bukan. Iyah memang keren. Kelas itu bernama AMK (Akademi Menulis Kreatif).

Senin, 20 Agustus 2018

Menulis dan Warna



Akhir tahun 2012 pertama kalinya Saya merasakan dunia kerja. Combination Team, nama departemen yang pertama kali Saya jajaki. Departemen tersebut terdiri dari tiga bagian, yaitu persiapan bahan kimia (skin) sebagai warna untuk melapisi kulit sepatu, bagian pembuatan lem untuk merekatkan antara kulit sepatu dengan Warna kimia (skin) dan bagian persiapan kimia dasar yang mendukung proses produksi kulit. Ketiga bagian tersebut sangat mempengaruhi berjalan atau tidaknya suatu material di mesin prosuksi sebab ketiganya merupakan departemen yang mempersiapkan bahan-bahan kimia untuk proses produksi.

Saya masuk di bagian membuat skin untuk melapisi kulit. Minggu pertama kerja, Saya merasa pusing dan bingung. Ada banyak bahan kimia yang harus dihafal. Tak hanya dihafal, Saya juga harus memahami sifat dan fungsi bahan-bahan kimia tersebut. Yang tak kalah penting Saya harus mengenali bahan-bahan kimia apa saja yang aman dan tidak aman jika tersentuh langsung.<--more-->

Menulis Untuk Peradaban Islam


Mediaoposisi.com- Ratu dunia ratu dunia,
oh wartawan ratu dunia
Apa saja kata wartawan mempengaruahi pembaca Koran

Bila wartawan memuji, dunia ikut memuji
Bila wartawan mencaci, dunia ikut membenci
Wartawan dapat membina, pendapat umum di dunia
Ratu dunia ratu dunia, oh wartawan ratu dunia
Apa saja kata wartawan mempengaruhi pembaca koran


Sebuah lagu yang dinyanyikan oleh grup qasidah Nasida Ria yang beranggotakan sembilan orang ini patut kita renungi. Lagu yang berjudul "Wartawan Ratu Dunia" ini menggambarkan betapa pentingnya seorang wartawan dalam kehidupan. Menurut Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999, definisi Wartawan adalah orang yang secara teratur melaksanakan kegiatan jurnalistik.
Kegiatan jurnalistik merupakan kegiatan yang berhubungan dengan media masa dan kegiatan tulis-menulis.

Yang harus kita renungi yaitu, bagaimana ketika tulisan yang dipublikasikan seorang wartawan tersebut malah meracuni pikiran pembaca? Tak jarang tulisan-tulisan yang bersliweran di media-media jahat menyuguhkan tulisan yang berbau kapitalisme, liberalisme dan paham-paham lain yang menjauhkan pemahaman islam dari orang islamnya sendiri. <--MORE-->

Selasa, 10 Juli 2018

TUJUAN


Tak ada yang kebetulan dalam hidup. Satu juni kemaren tak sengaja lihat sebuah iklan lomba menulis artikel di timeline facebook. Sebuah fanspage mengiklankan lomba menulis artikel kreatif yang diadakan oleh sebuah biro perjalanan Tour and Travel asal Jakarta Selatan. Karena tak ada kebetulan dalam hidup jadilah Aku mantepin diri buat ikut lomba tersebut. Artikel yang Aku tulis berjudul Rihlah Halal EropaTimur Bareng Cheria Holiday. Hadiah utama sangat menarik, Tour Halal Turkey.

Turki, siapa yang gak punya keinginan untuk pergi kesana? Tempat dimana peradaban islam pernah berjaya dalam naungan khilafah. Yang ingin Aku katakan, bukan tentang hadiah yang begitu menggiurkan, tetapi fakta ketika kita punya tujuan yang jelas kebaikan akan mengikuti. Keinginan untuk mengikuti lomba, membuatku kembali belajar tentang "bahasa pemrograman" yang sering dilupakan dulu dimasa sekolah. Menariknya, pembelajran itu membuka mataku betapa agung dan luas Ilmu-Nya. 

Bukankah sesuatu yang membahagiakan ketika keindahan Islam menjadi sesuatu yang seakan baru kita temui & kita dibuat begitu takjub?? Bukankah sesuatu yang membahagiakan ketika kita selalu merasa dahaga & merindu kebangkitan islam?