Tampilkan postingan dengan label AMK5. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AMK5. Tampilkan semua postingan
Minggu, 20 Januari 2019
Menjadi Penulis Mulia
Resume kulwa 09/01/2019
Tiga patokan utama agar menjadi penulis mulia. Sebuah tema kulwa yang luar biasa. Tersuguh dengan apik membawa suasana penuh kontemplasi atau perenungan.
Kulwa diawali dengan 3 pertanyaan dasar yang sering disebut sebagai `uqdah al-kubra` atau simpul besar.
Pertanyaan mendasar tersebut adalah
Darimanakah kita berasal?
Untuk apa kita ada di dunia?
Akan kemana kita setelah mati?
Masih Tentang Kopdar Dadakan
Sore kemaren diperjalanan balik ke Cikande, seseorang memintaku untuk ke rumahnya.
Akupun sangat ingin menemuinya, seakan rindu benar-benar ingin terobati. Kami intens berkomunikasi. Akupun mengiyakan untuk mampir ke rumahnya di Balaraja.
Perjalanan dari jawa sedikit melelahkan karena macet panjang di sekitaran Bekasi imbas pembangunan jalan. Efeknya pusing dan mual gak karuan. Macet memang memunculkan berbagai macam efek, salah satunya "malas makan." Perut laper tapi malas makan di perjalanan, gak bisa bayangin rasanya kayak apa😂
Sempet terlintas untuk mengurungkan niat mampir ke rumahnya. Membayangkan rempong seorang diri dengan tas punggung yang lumayan berat ditambah beban kardus yang lumayan bikin pegel, jadilah niat untuk bertemu semakin pudar.
Tetapi rindu lebih kuat dari sekedar rasa pusing yang mendera. Singkatnya aku kekeh untuk berkunjung ke rumahnya. Selama ini hanya mengenalnya melalui tulisannya. Hanya bersua lewat gawai. Dunia daring memang keren, mampu mendekatkan yang jauh.
TEMAN SETIA
Dari semalam sudah membayangkan perjalanan hari ini.
"Semoga bisa transit dan dapet bis jurusan Balaraja." Kalimat itu selalu terucap dalam hati.
Naiklah di bis andalan dari PO terdekat dari desaku. Bis mulai bergerak ketika waktu di layar Hp menunjukan pukul 08.05, mundur satu jam dari jadwal pemberangkatan. Satu jam menunggu tentu sangat membosankan. Tak mengapa, aku punya teman yang selalu setia menemani. Menghalau rasa bosan. Mengusir rasa BT.😄
Bis melewati Pagerbarang, sebuah tempat yang menjadi kecamatan desaku. Kanan kiri jalan adalah persawahan yang luas. Ketika aku menengok dari jendela sebelah kanan, pemandangan indah terpampang di sana. Hijau. Sejuk. Sedikit menengok ke belakang, gunung Selamet terlihat gagah. Semoga selalu selamat, sesuai namanya selamet.
Seorang Ayah dan Anak Laki-Laki
Selepas subuh sekitar jam lima lebih sepuluh menitan, aku sudah berada di pinggir jalan cikande permai menunggu angkot putih arah Balaraja. Tak lama angkot putih yang masih tak ada penumpang berhenti.
"Balaraja?" Tanyaku.
"Iyah." Sahut sang supir.
Aku memasuki angkot tersebut. Pak Sopir menjalankan angkotnya dengan pelan. Melirik dengan teliti setiap gang kalau-kalau ada calon penumpang.
Aku membaca doa-doa di dalam hati. Doa-doa dalam perjalanan, istigfar, shalawat dan lainnya. Setiap kali melakukan perjalanan entah jauh ataupun dekat, aku selalu mengingat almarhum kakek. Pasalnya sedari aku kecil beliau selalu mengingatkanku untuk menyibukkan diri berdoa setiap kali pergi ke sekolah.
Angkot putih memperlambat gerak lajunya. Berhenti tepat di depan gang Masjid Muhajirin. Seorang bapak bersama anak laki-laki berumur sekitar tiga belas tahunan menaiki angkot yang saya tumpangi.
"Seorang ayah bersama anaknya." Pikirku dalam hati.
Angkot kembali melaju.
Penumpang bertambah, seorang ibu yang hendak pergi ke pasar.
Setangkup Kisah Ummahat
Setangkup Kisah Ummahat buku perdana karya Bunda Yuli, membacanya serasa sedang dalam suasana halqoh. Serius? Iyah, coba aja baca sendiri bukunya😄
Buku ini sangat bagus dibaca, terkhusus untuk muda-mudi seperti saya😄 Ketika membaca buku ini saya seperti terbawa dalam ruang kehidupan seorang ibu. Seorang ibu dengan segudang aktifitas mulai dari beberes rumah, mencuci pakaian, mencuci piring, menyetrika, menyiapkan makanan untuk suami dan anak-anak, memastikan sang anak belajar dengan baik dan lain-lainnya.
Kisah ummahat dalam buku ini, menggambarkan bagaimana seorang ibu menjalankan perannya namun tetap teguh dalam bingkai aturan Islam. Islam sempurna dan paripurna mengatur segala hal termasuk mengatur kehidupan seorang ibu. Tugas seorang ibu sangatlah berat dan Islam adalah solusi.
Kami Bersama Muslim Uighur
Oleh : Silpianah
Kekerasan, kedzaliman, pemerkosaan, penyiksaan, pembantaian, terjadi di depan mata kita. Pemerintah Cina, mengirim jutaan muslim Uighur dan Kazakh ke kamp-kamp konsentrasi illegal. Mereka dipaksa untuk mengutuk agama sendiri, memakan makanan haram, mengadopsi ateisme dan berjanji untuk setia pada Negara Cina.
Tak hanya itu, pemerintah Cina juga melarang adanya kegiatan-kegiatan peribadahan, menyebut nama Tuhan, memberi nama islami, berpuasa, dan segala jenis bentuk keagamaan lainnya.
Apa jadinya jika mereka (muslim Uighur) melawan? Penyiksaan. Iyah penyiksaan yang begitu kejam yang mereka dapat. Penyiksaan yang tak jarang merenggut nyawa mereka.
Penulis Kadaluarsa
Penulis kadaluarsa. Dari awal tema tersebut sudah membuat penasaran. Kulwa diawali dengan pertanyaan dari Cikgu :
"Jika di perusahaan, organisasi, institusi kita adalah karyawan atau staf, kita bertanggung jawab ke atasan atau bos. Jadi kalo kinerja jelek bos boleh memecat kita. kalau penulis itu kerja ke siapa? Bosnya siapa?"
Mikir keras. Dari awal saya fokus dengan kata "Kadaluarsa." Bagaimana penulis bisa dikatakan kadaluarsa?
Eits..sabar...harus jawab dulu pertanyaan di atas😄
Seorang penulis siapakah bos nya? Siapalah yang berhak untuk memecatnya?
Sabtu, 19 Januari 2019
Rak Buku dan Teror
Berbagai macam buku yang berjajar di rak buku bagiku adalah pemandangan indah. Mengingat rak buku, membuatku mengingat salah seorang sahabatku. Kenapa? Pasalya sahabatku yang satu ini sedang berjuang membangun sebuah perpustakaan. Dari awal ia sudah menjelaskan bagaimana konsep dan rencana mengenai perpustakaan tersebut.
Dengan tujuan menarik anak-anak remaja untuk mencintai buku ia dengan semangat mengeluarkan uang pribadi hasil kerjanya setiap hari untuk biaya pembangunan sebuah ruangan yang nantinya bakal dijadikan sebagai tempat buku-buku. Tadi malam ia mengabarkan, proyek perpus sudah sampai pengukuran pintu. ini luar biasa. Sesuatu yang belum tentu bisa aku lakukan.
Aku dan teman-teman yang lain yang mengetahui mengenai proyek ini turut bersemangat dan sangat mendukungnya. Kita akan sama-sama membantu untuk buku-buku yang bakal dijajar di rak buku nantinya.
Namun ada suatu hal yang menjadi terror buatku. Terror yang membuatku susah tidur belakangan ini. Apa pasal? Aku ditodong oleh sahabatku, lebih tepatnya ditagih. Ditagih untuk segera memberikan buku karya sendiri untuk dijejer di rak buku bersama buku-buku yang lain.
Perempuan Senja
Dialah perempuan senja, darinya terpancar cahaya yang menerangi juga kobaran semangat yang amat tinggi. Kehangatan menjalar tiap kali lisannya penuh riang. Ketika luapan kata darinya begitu ringan, ia seakan memeluk dan merangkul jiwaku.
Dialah perempuan senja yang melahirkan karya besar diusia 60 tahun. Bukunya "Senja di Jalan Dakwah" menjadi bukti kesungguhannya berdiri di jalan dakwah.
Umurnya boleh senja namun karya dakwah tetap indah layaknya senja sore yang memukau. Fisiknya boleh saja lemah, namun semangat tetap berjiwa muda.
Bukunya "Senja di Jalan Dakwah" telah menemani perjalanan di Aksi 212. Saya tak menyangka bahwa kabar mengenai bukunya yang saya ajak jalan-jalan di Aksi 212 menjadi hal yang mengharukan bagi beliau.😍
Quantum Writer
Quantum Writer. Begitulah tema kulwa yang disajikan oleh Cikgu Apu Indragiri di AMK.
“Wahh…ini tentu sesuatu yang menarik.” Batinku.
Dari awal baca tema kulwa yang dibocorin di fb, saya sudah penasaran. Ketika kulwa berlangsung ternyata menarik sekali. Membahas bahasan dengan bahasa intelektual.
Membaca atau menulis kata “Quantum” membuat saya flashback dengan mata pelajaran fisika di masa sekolah. Yang saya ingat pertama kali dari kata quantum adalah fisika, salah satu mata pelajaran pada jurusan IPA ditingkatan MA maupun SMA. Kata “quantum” lebih sering muncul pada bab Mekanika Quantum yang kalo tidak salah dipelajari di kelas XII. Mekanika Quantum lebih rinci membahas tentang teori atom seperti teori atom Bohr, teori atom mekanika quantum De Broglie, teori Schrodinger, teori Heizenberg, asas Hund, bilangan kuantum dan lain sebagainya.
Selasa, 25 September 2018
Pantai
Semilir anginnya menyejukkan
Biru airnya menyegarkan
Irama ombaknya syahdu
Saya setuju dengan tulisan kak Jasli La Jate bahwa pantai adalah pemandangan alam yang begitu indah, jauh dari polusi apalagi kolusi nepotisme.
Barangkail saat ini saya pantas disebut sebagai orang yang suka ikut-ikutan ide orang lain. Iyah ikut-ikutan
😁Minggu
kemarin saya melihat tulisan kak Jasli mendeskripsikan moment
jalan-jalannya di pantai. Menulis di atas pasir. Menikmati setiap
desiran ombak yang menggulung-gulung.
Kali ini hal yang sama yang saya lakukan adalah menulis di atas pasir. Apakah yang saya tulis adalah nama seseorang? Bukan. Yang saya tulis adalah nama sebuah kelas menulis tanpa biaya sepanjang masa. Waawww…keren bukan. Iyah memang keren. Kelas itu bernama AMK (Akademi Menulis Kreatif).
Saya setuju dengan tulisan kak Jasli La Jate bahwa pantai adalah pemandangan alam yang begitu indah, jauh dari polusi apalagi kolusi nepotisme.
Barangkail saat ini saya pantas disebut sebagai orang yang suka ikut-ikutan ide orang lain. Iyah ikut-ikutan
Kali ini hal yang sama yang saya lakukan adalah menulis di atas pasir. Apakah yang saya tulis adalah nama seseorang? Bukan. Yang saya tulis adalah nama sebuah kelas menulis tanpa biaya sepanjang masa. Waawww…keren bukan. Iyah memang keren. Kelas itu bernama AMK (Akademi Menulis Kreatif).
Senin, 20 Agustus 2018
Menulis dan Warna
Akhir tahun 2012 pertama kalinya Saya merasakan dunia kerja. Combination Team, nama departemen yang pertama kali Saya jajaki. Departemen tersebut terdiri dari tiga bagian, yaitu persiapan bahan kimia (skin) sebagai warna untuk melapisi kulit sepatu, bagian pembuatan lem untuk merekatkan antara kulit sepatu dengan Warna kimia (skin) dan bagian persiapan kimia dasar yang mendukung proses produksi kulit. Ketiga bagian tersebut sangat mempengaruhi berjalan atau tidaknya suatu material di mesin prosuksi sebab ketiganya merupakan departemen yang mempersiapkan bahan-bahan kimia untuk proses produksi.
Saya masuk di bagian membuat skin untuk melapisi kulit. Minggu pertama kerja, Saya merasa pusing dan bingung. Ada banyak bahan kimia yang harus dihafal. Tak hanya dihafal, Saya juga harus memahami sifat dan fungsi bahan-bahan kimia tersebut. Yang tak kalah penting Saya harus mengenali bahan-bahan kimia apa saja yang aman dan tidak aman jika tersentuh langsung.<--more-->
Empat Musim Penulis
"Tak harus dengan bunga untuk bisa dikatakan indah." Kalimat ini sepertinya pas untuk foto ini. Foto yang saya ambil dengan kamera Hp di perjalanan menuju pantai awal januari lalu.
Ini hanya sebuah foto ranting-ranting pohon yang tidak berdaun di jalan raya Cilegon. Tak ada yang special memang, tetapi menurutku ranting-ranting pohon itu mempunyai keindahan tersendiri untuk dipandang. Kondisi awan kala itu semakin mendukung keindahannya.
Daun-daunnya mungkin saja telah berguguran ketika angin meniupnya.
Pohon itu seperti mengalami musim gugur sendirian, sebab pohon-pohon di
kanan kirinya masih mempunyai daun-daun hijau yang rimbun.
Musim gugur yang dialami oleh pepohonan masih bisa menciptakan keindahan. Berbeda dengan musim gugur dalam menulis. Musim gugur dalam menulis yaitu ketika rasa malas mulai menghampiri. Malas belajar, malas latihan nulis juga malas membaca. Akhirnya gugurlah sudah harapan untuk bisa menulis.
Musim gugur dalam menulis biasanya disebabkan oleh musim dingin (winter). Kok begitu? Apa yang kita rasakan ketika dingin menerpa? Mager? Iyah tentu. Mager atau males gerak membuat kita diam tanpa aktivitas.
Musim gugur dalam menulis terjadi ketika tangan tak lagi digerakkan untuk berlatih. Kata-kata pun menjadi dingin. Beku kayak bola salju. Fase musim dingin adalah tanda akan adanya musim gugur. Gugurnya para calon penulis dari gelanggang juang.
Gugur? Akh...jangan sampai terjadi. Menulis, harus tetap bersemi layaknya bunga-bunga sakura di Jepang. Seperti cantiknya bunga tulip yang bermekaran di Belanda. Bersemi lagi memesona layaknya mapple di kanada.
Musim semi dalam menulis ibarat merekahnya optimisme, optimisme bahwa "Saya bisa menjadi Penulis."
Untuk menjaga optimisme musim semi kita butuh tindakan atau action. Action yang berisi semangat. Semangat belajar, berlatih juga semangat membaca. Ketika kita berada dalam kondisi semangat yang membara, itu artinya kita berada di musim panasnya penulis. Musim panas (summer) dalam menulis adalah penentu optimisme menjadi penulis di musim semi.
Finaly, semoga musim semi selalu kita rasakan. Begitupun musim panas, semoga tetap kita jumpai untuk membakar semangat juang menjadi penulis. Penulis ideologis.
#4MusimPenulis
#MengikatKulwa
#AkademiMenulisKreatif
#PenulisIdeologis
Musim gugur yang dialami oleh pepohonan masih bisa menciptakan keindahan. Berbeda dengan musim gugur dalam menulis. Musim gugur dalam menulis yaitu ketika rasa malas mulai menghampiri. Malas belajar, malas latihan nulis juga malas membaca. Akhirnya gugurlah sudah harapan untuk bisa menulis.
Musim gugur dalam menulis biasanya disebabkan oleh musim dingin (winter). Kok begitu? Apa yang kita rasakan ketika dingin menerpa? Mager? Iyah tentu. Mager atau males gerak membuat kita diam tanpa aktivitas.
Musim gugur dalam menulis terjadi ketika tangan tak lagi digerakkan untuk berlatih. Kata-kata pun menjadi dingin. Beku kayak bola salju. Fase musim dingin adalah tanda akan adanya musim gugur. Gugurnya para calon penulis dari gelanggang juang.
Gugur? Akh...jangan sampai terjadi. Menulis, harus tetap bersemi layaknya bunga-bunga sakura di Jepang. Seperti cantiknya bunga tulip yang bermekaran di Belanda. Bersemi lagi memesona layaknya mapple di kanada.
Musim semi dalam menulis ibarat merekahnya optimisme, optimisme bahwa "Saya bisa menjadi Penulis."
Untuk menjaga optimisme musim semi kita butuh tindakan atau action. Action yang berisi semangat. Semangat belajar, berlatih juga semangat membaca. Ketika kita berada dalam kondisi semangat yang membara, itu artinya kita berada di musim panasnya penulis. Musim panas (summer) dalam menulis adalah penentu optimisme menjadi penulis di musim semi.
Finaly, semoga musim semi selalu kita rasakan. Begitupun musim panas, semoga tetap kita jumpai untuk membakar semangat juang menjadi penulis. Penulis ideologis.
#4MusimPenulis
#MengikatKulwa
#AkademiMenulisKreatif
#PenulisIdeologis
Merdeka
Merdeka, sementara jiwa masih saja terbelenggu dalam kelalaian
Merdeka, sementara kita masih membiarkan diri larut dalam keriuhan dunia hingga lupa kewajiban sebagai seorang hamba.
Merdeka, sementara gadget dan dunia maya tetap membuat kita lupa diri,
lupa waktu bahkan lupa jalan pulang ke kampung halaman (akhirat)
Merdeka, sementara hati dan pikiran masih dikuasai oleh hawa nafsu, merasa nyaman dengan maksiat yang dibungkus rapi dengan kata cinta
Merdeka, sementara masih banyak tubuh-tubuh kurus di pelosok Negeri yang belum tersentuh oleh kelayakan hidup
Merdeka, sementara kekayaan Negeri diangkut asing dan aseng. Tambang minyak di Balikpapan Kalimantan Timur, freeport, tambang nikel di Kabupaten Halmahera Timur, tambang Nikel di Morowali Sulawesi Tengah, Tambang aspal di Kabupaten Buton Sulawesi Tenggara, juga tambang batubara di Samarinda Kalimantan Timur masih dikuasai oleh asing.
Inikah merdeka?
Credit photo by google
#Merdeka
#AkademiMenulisKreatif
#AMK5
Merdeka, sementara hati dan pikiran masih dikuasai oleh hawa nafsu, merasa nyaman dengan maksiat yang dibungkus rapi dengan kata cinta
Merdeka, sementara masih banyak tubuh-tubuh kurus di pelosok Negeri yang belum tersentuh oleh kelayakan hidup
Merdeka, sementara kekayaan Negeri diangkut asing dan aseng. Tambang minyak di Balikpapan Kalimantan Timur, freeport, tambang nikel di Kabupaten Halmahera Timur, tambang Nikel di Morowali Sulawesi Tengah, Tambang aspal di Kabupaten Buton Sulawesi Tenggara, juga tambang batubara di Samarinda Kalimantan Timur masih dikuasai oleh asing.
Inikah merdeka?
Credit photo by google
#Merdeka
#AkademiMenulisKreatif
#AMK5
Langganan:
Postingan (Atom)











